Ilmu Sosiologi Pengertian Dan Objek Kajiannya

Ilmu Sosiologi

Ilmu sosiologi memiliki makna bahwa sosiologi merupakan ilmu pengetahuan sosial yang modern. Istilah ilmu seringkali disamakan dengan science, padahal keduanya memiliki akar etimologis yang berbeda. Ilmu berasal dari bahasa Arab ilm yang eksis sebelum masehi, sedangkan science berasal dari bahasa Inggris yang baru muncul setelah filsafat pencerahan di Eropa Barat.

Kita tidak akan membahas perbedaannya secara lebih detail. Di postingan ini kita hanya akan membahas sosiologi sebagai science artinya ilmu pengetahuan sosial modern yang muncul di Eropa Barat pada abad 18. Sudah kita ketahui bersama sebuah anggapan keliru bahwa sebagai ilmu pengetahuan sosial muncul pertama kali di Eropa.

Sosiologi muncul pertama kali di Eropa Barat sebagai sebuah istilah agaknya merupakan anggapan yang lebih tepat. Bagaimanapun sosiologi telah eksis sebelum istilah sosiologi dikenal. Maksudnya, sosial, ilmu tentang masyarakat dan segala ilmu yang berkaitan dengan dunia sosial telah ada sebelum istilah muncul. Saya pernah memposting tulisan tentang sejarah singkat perkembangan sosiologi jika pembaca ingin mengetahui sejarah sosiologi.

Di sini kita langsung saja membahas tentang ilmu sosiologi, dimulai dari definisinya, unsur-unsurnya, dan terakhir objek kajiannya.

Pengertian Ilmu Sosiologi

Di paragraf pertama sudah ditulis bahwa ilmu sosiologi yang dimaksud di sini adalahsebagai ilmu pengetahuan sosial yang modern (the modern social science). Para pengajar umumnya memaknai istilah ilmu sebagai science. Sehingga ilmu yang dimaksud adalah sociology as a science, yaitu sebagai sebuah ilmu pengetahuan modern yang muncul di Eropa Barat.

Secara etimologis atau ketatabahasaan, sosiologi merupakan terjemahan dari sociology atau sociology, gabungan dari dua istilah yaitu socius dan logos. Socius merupakan bahasa Latin yang artinya teman, sedangkan logos adalah bahasa Yunani yang artinya perkataan, ilmu, pembicaraan. Secara semena-mena, kita bisa mengartikan bahwa ilmu dari tata bahasanya merupakan ilmu tentang perkataan, pembicaraan, dan pertemanan.

Pengertian tersebut tentu saja menjadi kuno dan sempit saat ini. Ilmu dalam konteks modern merupakan ilmu tentang masyarakat. Pencetus istilah sosiologi adalah orang Perancis Auguste Comte. Comte juga dikenal sebagai pendiri agama baru pada saat itu yang disebut humanisme. Teorinya dikenal dengan hukum tiga tahap yang menjelaskan tentang sejarah pemikiran manusia, yaitu dari teologis, metafisis, dan positivis. Sosiologi menurut Comte lahir dari rahim positivis.

Sosiologi Sebagai Ilmu Pengetahuan

Sebagai sebuah ilmu modern, memenuhi berbagai prasyarat ilmiah. Prasyarat tersebut diantaranya memiliki objek kajian, memiliki metode ilmiah, dan memiliki masyarakat ilmiah. Kita ulas satu-persatu seringkas-ringkasnya sebagai berikut.

Sosiologi Memiliki Objek Kajian

Artinya, ada aspek ontologis (apa yang ingin diketahui) dalam mempelajari sosiologi. Objek kajian sosiologi adalah fenomena sosial kemasyarakatan. Objek kajian ini bersifat umum sehingga perlu penegasan yang lebih spesifik melalui subdisiplin. Fenomena sosial sendiri mencakup aspek yang teramat luas. Namun demikian, aspek yang teramat luas ini telah menunjukkan bahwa ada yang bisa diketahui dengan mempelajari sosiologi.

Sosiologi Memiliki Metode Ilmiah

Metode ilmiah merupakan seperangkat cara yang sistematis untuk mengungkap suatu kebenaran dan menjelaskan realitas sesuai dengan permasalahan yang telah dirumuskan. Sosiologi memiliki caranya sendiri untuk memecahkan suatu masalah sosial. Cara ini merupakan bagian dari metode penelitian sosial di yang diterapkan dalam proses penelitian.

Sosiologi Memiliki Masyarakat Ilmiah

Artinya, di dunia ini ada sekelompok orang yang menggeluti disiplin ilmu. Masyarakat ini mempelajari, meneliti, mempublikasi dan mengembangkan sebagai ilmu. Diantara banyak orang yang tergabung dalam masyarakat ilmiah ini, terdapat tokoh-tokoh yang dikenal sebagai tokoh sosiologi atau sosiolog.

Sebagai sebuah ilmu modern, memiliki objek kajian. Objek kajian ini menunjukkan spesifikasi dari disiplin sosiologi yang melahirkan subdisiplin. Beberapa objek kajian sosiologi yang bisa disebutkan disini, misalnya agama, politik, keluarga, pendidikan, ekonomi. Sebenarnya masih banyak lagi karena objek sosiologi teramat luas.

Ketika pembelajar sosiologi mempelajari agama, maka agama ditempatkan sebagai bagian dari fenomena sosial. Pembelajar sosiologi bisa mempelajari, misalnya mengapa tradisi agama bertahan sampai sekarang, apa saja perubahannya, bagaimana pengaruhnya pada kehidupan individu dan kelompok dan sebagainya. Objek kajian agama yang dipelajari tersebut merupakan objek kajian subdisiplin sosiologi agama.

Ketika pembelajar sosiologi mempelajari pendidikan, maka pendidikan ditempatkan sebagai bagian dari fenomena sosial. Pembelajar sosiologi bisa mempelajari, misalnya mengapa siswa sekolah harus pakai seragam, sedangkan di beberapa negara lain tidak, mengapa pendidikan dianggap oleh masyarakat itu penting, apakah pendidikan menentukan pendapatan ekonomi di kemudian hari dan sebagainya. Objek kajian tersebut dipelajari dalam sosiologi pendidikan.

Sampai di sini, kita sudah bisa mengetahui bahwa sosiologi merupakan salah satu ilmu pengetahuan sosial modern. Istilah sosiologi berusia lebih muda daripada definisi sosiologi itu sendiri. Sosiologi sebagai ilmu artinya sosiologi memiliki prasyarat dan unsur-unsur ilmiah tersendiri sebagaimana ilmu pengetahuan lainnya.

Penafsiran Ilmu Wawasan Bagi Para Pakar Serta Dengan Cara Umum

Penafsiran Ilmu

Penafsiran Ilmu Wawasan Bagi Para Pakar serta Dengan cara Biasa– Ilmu, ilmu, ataupun ilmu wawasan merupakan semua upaya siuman buat menyelidiki, menciptakan, serta tingkatkan uraian orang dari bermacam bidang realitas dalam alam orang. Segi- segi ini dibatasi supaya diperoleh rumusan- rumusan yang tentu. Ilmu membagikan kejelasan dengan menghalangi lingkup pemikirannya, serta kejelasan ilmu- ilmu didapat dari keterbatasannya.

Penafsiran Ilmu Wawasan yang lain merupakan sesuatu sistem bermacam wawasan yang didapatkankan dari hasil pemeriksaan- pemeriksaan yang dicoba dengan cara cermat dengan memakai sesuatu tata cara khusus. Jadi, ilmu merupakan seluruh cara aktivitas kepada sesuatu kondisi dengan metode memakai perlengkapan, metode, metode, tata cara, alhasil menciptakan wawasan terkini untuk orang itu sendiri.

Ilmu merupakan wawasan yang telah dikelompokkan, disistematisasi, serta diinterpretasikan alhasil menciptakan sesuatu bukti adil dan telah dicoba kebenarannya dengan cara objektif. Mudahnya, ilmu merupakan aktivitas berasumsi buat memperoleh wawasan yang betul ataupun dengan cara simpel ilmu bermaksud memperoleh bukti.

Ilmu bukan semata- mata wawasan (knowledge), namun merangkum sekumpulan wawasan bersumber pada teori- teori yang disetujui serta bisa dengan cara sistematik dicoba dengan selengkap tata cara yang diakui dalam aspek ilmu khusus.

Ditatap dari ujung metafisika, ilmu tercipta sebab orang berupaya berasumsi lebih jauh hal wawasan yang dipunyanya. Orang yang berpendidikan berarti beliau mempunyai wawasan, dasar, uraian, serta mempunyai batas terkait pada keterbatasannya dalam mencari ilmu yang diperolehnya.

Ilmu wawasan itu bertabiat aktual, alhasil bisa dicermati, dipelajari, serta dianjurkan dan terjamin kebenarannya, tertib, bertabiat khas ataupun spesial dalam maksud memiliki metodologi, obyek, penataan serta filosofi sendiri. Ilmu pula wajib bertabiat empiris (hasil dari panca indera ataupun eksperimen), analitis, adil, analitis, serta verifikatif.

Penafsiran Ilmu Dengan Cara Etimologi

Dengan cara etimologi, tutur ilmu berawal dari bahasa Arab ilm yang berarti menguasai, paham, ataupun mengenali. Dalam bahasa Inggris, science ataupun bahasa latin Scientia yang memiliki tutur kegiatan scire yang berarti ketahui ataupun mengenali. Dalam hubungan absorbsi tuturnya, ilmu wawasan bisa berarti menguasai sesuatu wawasan, serta ilmu sosial bisa berarti mengenali permasalahan sosial, serta serupanya.

Penafsiran Ilmu Wawasan Bagi KBBI Penafsiran ilmu bagi KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) merupakan bagaikan selanjutnya. Wawasan mengenai sesuatu aspek yang disusun dengan cara berstruktur bagi tata cara khusus, yang bisa dipakai buat menerangkan pertanda khusus di aspek (wawasan) itu.

Baca Juga : Ilmu Pengetahuan Sosial Pengertian Tujuan, Ruang Lingkup

wawasan ataupun keahlian (mengenai pertanyaan duniawi, alam baka, lahir, hati, serta serupanya).

Penafsiran wawasan bagi KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) merupakan bagaikan selanjutnya, seluruh suatu yang dikenal bertepatan dengan perihal (mata pelajaran) Penafsiran Ilmu Wawasan Bagi Para Ahli

Tidak hanya penafsiran ilmu dengan cara biasa begitu juga yang sudah dipaparkan tadinya, sedang banyak lagi opini serta pemikiran para pakar yang berlainan beda dalam mendeskripsikan apa itu ilmu wawasan. Buat lebih jelasnya, ikuti selanjutnya ini penafsiran ilmu bagi para pakar serta ahli dengan cara komplit,

Mohammad Hatta

Arti ilmu wawasan merupakan wawasan ataupun riset yang tertib mengenai profesi hokum biasa, karena dampak dalam sesuatu golongan permasalahan yang karakternya serupa bagus diamati dari perannya ataupun hubungannya.

Dadang Ahmad S

Ilmu wawasan bagi Dadang Ahmad S, merupakan sesuatu cara pembuatan wawasan yang lalu menembus sampai bisa menarangkan kejadian serta kehadiran alam itu sendiri.

Mappadjantji Amien

Penafsiran ilmu wawasan merupakan suatu yang berasal dari wawasan, berasal dari ajaran, batin serta sarwa yang mempunyai paradigma, subjek observasi, tata cara, serta alat komunikasi membuat ilmu terkini dengan tujuan buat menguasai sarwa buat memakainya serta menciptakan diri buat menggali kemampuan fitrawi buat memahami Allah.

Syahruddin Kasim

Penafsiran ilmu wawasan merupakan pancaran hasil metabolisme ragawi bagaikan anugerah si inventor yang berawal dari cara interaksi kejadian fitrawimelalui format batin, ide, hasrat yang logis empirik serta penting dalam menarangkan hasanah alam sarwa untuk buat melengkapi tanggung jawab kekhalifaan.

Helmy A. Kotto

Ilmu wawasan merupakan sesuatu cara pembuatan wawasan yang lalu menembus hingga menarangkan kejadian serta kehadiran alam itu sendiri.

Izuddin Taufiq

Arti ilmu merupakan pencarian data ataupun informasi lewat suatu observasi, analisis& penelitian, yang bermaksud buat memutuskan dasar, alas dasar ataupun asal usulnya.

Karl Pearson

Ilmu merupakan penjelasan yang normal& menyeluruh mengenai sesuatu kenyataan dari pengalaman dengan sebutan yang simpel.

John Gram. Kemeny

Ilmu yakni seluruh wawasan yang digabungkan dengan memakai tata cara objektif serta ialah hasil dari suatu cara yang terbuat dengan memakai tata cara itu.

Thomas Kuhn

Penafsiran ilmu merupakan gabungan aktivitas yang bisa menciptakan banyak temuan, bagus dalam wujud antipati ataupun pengembangannya.

Poespoprodjo

Ilmu ialah suatu cara koreksi diri dengan cara berkelanjutan yang terdiri dari kemajuan filosofi& percobaan empiris.

Kamus Webster

Maksud ilmu merupakan penelurusuran informasi ataupun data lewat observasi, analisis, serta penelitian, dengan tujuan memutuskan dasar, alas dasar atau asal- usulnya.

Francis Bacon

Ilmu merupakan salah satunya wawasan yang bertabiat asi& cuma faktalah yang bisa jadi subjek pengetahuannya.

Asle Montagu

Ilmu wawasan bagi Asle Montagu dalam bukunya the cultured man merupakan bagaikan wawasan yang disusun dalam satu sistem yang berawal dari pengalaman, riset serta eksperimen yang sudah dicoba digunakan buat memastikan dasar prinsip mengenai hak yang lagi dipelajari.

V. Afayanev

Penafsiran ilmu wawasan dalam buknya Marxist Philosophy merupakan wawasan orang mengenai alam, warga serta benak.

Ralp Ross serta Ernes Van Den Haag

Dalam bukunya yang bertajuk The Fabric of Society, kalau ilmu mempunyai patokan empiris, logis biasa, tertimbun, serta keempatnya berbarengan terkabul.

Harsojo

Ilmu merupakan sekumpulan penumpukan wawasan yang disistematiskan.

Profesor. Dokter Syed Naquib Alattas

Penafsiran ilmu ialah kedatangan arti dalam diri seorang yang bisa menimbulkan pergantian bersumber pada ilmu yang digapai ataupun didapat.

Nazir

Ilmu merupakan wawasan yang bertabiat biasa serta analitis, wawasan dari mana bisa disimpulkan dalil- dalil khusus bagi kaidah- kaidah biasa.

Shapere

Beliau melandaskan rancangan ilmu melingkupi 3 perihal ialah terdapatnya kerasionalan bisa digeneralisasi serta bisa disistematisasi.

Profesor. Van Poelje

lmu merupakan masing- masing kesatuan wawasan, dimana masing masing bagian bergantungan serupa serupa lain yang tertib dengan cara tentu bagi asas- asas khusus.

Schulz

Penafsiran ilmu melingkupi ilmu mantik, terdapatnya pemahaman individual serta kestabilan dengan kenyataan sosial.

Minto Rahayu Ilmu merupakan wawasan yang sudah disusun dengan cara analitis serta legal biasa.

Popper

Maksud ilmu merupakan senantiasa dalam totalitas serta cuma bisa jadi direorganisasi.

Dokter. H. Meter. Gade

Arti ilmu merupakan ajaran ialah hasil pandangan mengenai batas- batas mungkin wawasan orang.

NS. Asmadi

Ilmu merupakan sekumpulan wawasan yang padat serta cara mengetahuai lewat penyeledikan yang analitis serta teratasi (tata cara objektif).

Syarat-Syarat Ilmu Pengetahuan

Makul ataupun Masuk Ide, cocok dengan kaidah ilmu wawasan yang diakui kebenarannya. Adil, cocok bersumber pada subjek yang dikaji serta dibantu dari kenyataan impiris.

Metodik, didapat dari metode khusus serta tertib yang didesain, dicermati serta terkendali. Sistematik, disusun dalam satu sistem satu dengan silih berhubungan serta menarangkan alhasil satu kesatuan.

Legal biasa ataupun umum, legal buat siapapun serta dimana juga, dengan aturan metode serta variabel eksperimentasi yang lama buat hasil yang serupa.

Tertimbun bertumbuh serta tentatif, ilmu wawasan senantiasa meningkat yang muncul bagaikan ilmu wawasan terkini. Ilmu wawasan yang salah wajib ditukar dengan yang betul diucap watak tentatif.

Demikianlah ulasan mengenai penafsiran ilmu wawasan bagi para pakar, KBBI serta dengan cara biasa. Mudah-mudahan uraian kali ini berguna serta dapat jadi rujukan dalam memahamai apa itu ilmu wawasan.

Ilmu Pengetahuan Sosial Pengertian Tujuan, Ruang Lingkup

Ilmu Pengetahuan

Ilmu Pengetahuan Menurut Hidayati mengatakan bahwa Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan suatu pendekatan interdisipliner dari pelajaran Ilmu-ilmu sosial, seperti sosiologi, antropologi budaya, psikologi sosial, sejarah, geografi, ekonomi, ilmu politik, dan sebagainya. 

Pendapat yang hampir sama juga ditegaskan oleh Taneo yang menjelaskan bahwa Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan hasil perpaduan dari sejumlah mata pelajaran seperti geografi, ekonomi, sejarah, antropologi, dan politik. Mata pelajaran tersebut mempunyai ciri-ciri yang sama, oleh karena itu dipadukan menjadi satu bidang studi yaitu Ilmu Pengetahuan Sosial.

Menurut Depdiknas dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22, 23, dan 24 Tahun 2006 disebutkan bahwa Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai dari SD/MI/SDLB sampai pada jenjang SMP/MTs/SMPLB. Ilmu Pengetahuan Sosial mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial.

Berdasarkan dari berbagai pendapat tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan ilmu kajian tentang kehidupan manusia sebagai individu sekaligus sebagai makhluk sosial yang berinteraksi dengan lingkungannya. Dengan kata lain bahwa Ilmu Pengetahuan Sosial memiliki kajian yang sangat kompleks tentang kehidupan manusia dan lingkungannya beserta aspek-aspek kehidupan manusia itu sendiri. Oleh karena itu peserta didik yang merupakan bagian dari masyarakat perlu diberikan menguasai Ilmu Pengetahuan Sosial sebagai bekal hidupnya kelak.

Tujuan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial SD

Setiap mata pelajaran yang diberikan di sekolah memiliki tujuan yang berbeda-beda. Menurut Departemen Pendidikan Nasional tujuan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di sekolah agar siswa memiliki kemampuan:

  • Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial.
  • Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya.
  • Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan.
  • Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan orang lain, bekerja sama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan tingkat global.

Ruang Lingkup Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial

poker pelangi Menurut Taneo dijelaskan bahwa yang menjadi ruang lingkup IPS adalah manusia sebagai anggota masyarakat atau manusia dalam konteks sosial. Oleh karenanya pembelajaran IPS tidak hanya menekankan pada aspek pengetahuan saja, melainkan juga pembinaan peserta didik untuk mengembangkan dan menerapkan nilai-nilai pengetahuan tersebut di tengah masyarakat. Nilai-nilai tersebut misalnya tenggang rasa dan tepo seliro, kepedulian terhadap sesama dan lingkungan, disiplin, ketaatan, keteraturan, etos kerja, dan lain-lain.

Penerapan nilai-nilai pengetahuan dimulai dari lingkup yang paling kecil, misalnya di dalam keluarga sampai pada lingkup global. Setiap lingkungan akan mempengaruhi terhadap pembentukan kepribadian peserta didik atau individu. Keanekaragaman kelompok masyarakat dengan karakternya yang berbeda-beda adalah contoh konkret sebuah lingkungan yang mempengaruhi kepribadian seseorang. Oleh karenanya seseorang harus mampu menerapkan nilai-nilai IPS dalam segala macam lingkungan di mana individu tersebut berada. Dalam lingkup yang lebih luas, peserta didik diharapkan dapat menjadi warga negara yang baik, bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Dari uraian tersebut dapat kita ketahui bahwa ruang lingkup IPS adalah semua aspek hidup dan kehidupan seseorang di tengah-tengah masyarakatnya. Di samping menguasai pengetahuan tentang materi IPS, seseorang harus mampu menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam pengetahuan yang telah mereka kuasai.

Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan salah satu mata pelajaran yang dibelajarkan di SMP/MTs. IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Mapel IPS memuat materi Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi. Membelajarkan IPS secara terpadu hendaknya mempertimbangkan keempat kajian tersebut. Materi esensial dari keempatnya di dapat dari

1. Kompetensi Dasar

Untuk mengkaji KD mata pelajaran IPS perlu memperhatikan urutan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. Kurikulum 2013 menuntut pembelajaran IPS disampaikan secara terpadu dengan harapan pembelajaran IPS lebih bermakna bagi peserta didik dalam konteks pembelajaran sehari-hari, sehingga peserta didik akan memperoleh pemahaman yang lebih luas dan utuh.

Melalui pembelajaran terpadu, peserta didik dapat memperoleh pengalaman langsung, sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima, menyimpan, dan memproduksi kesan-kesan tentang hal-hal yang dipelajarinya. Dengan demikian, peserta didik terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai konsep yang dipelajari secara holistik, bermakna, otentik, dan aktif.

Pengalaman belajar yang dirancang guru sangat berpengaruh terhadap kebermaknaan pengalaman bagi para peserta didik. Pengalaman belajar lebih menunjukkan kaitan unsur-unsur konseptual menjadikan proses pembelajaran lebih efektif. Kaitan konseptual yang dipelajari dengan sisi bidang kajian yang relevan akan membentuk skema, sehingga peserta didik akan memperoleh keutuhan dan kebulatan pengetahuan. Perolehan keutuhan belajar, pengetahuan, serta kebulatan pandangan tentang kehidupan dan dunia nyata hanya dapat direfleksikan melalui pembelajaran terpadu.

Dalam rangka implementasi KI dan KD untuk memenuhi ketercapaian pembelajaran, maka diperlukan pedoman pelaksanaan model pembelajaran IPS Terpadu. Hal ini penting, untuk memberikan gambaran tentang pembelajaran terpadu yang dapat menjadi acuan dan contoh konkret dalam kerangka implementasi KI dan KD. Membelajarkan IPS secara terpadu diperlukan tema sebagai pengikat konsep atau kajian geografi, ekonomi, sosiologi dan sejarah.

2. Mengkaji Kompetensi Dasar Mata Pelajaran IPS

KD adalah konten atau kompetensi yang terdiri atas sikap, pengetahuan, dan ketrampilan yang bersumber pada kompetensi inti yang harus dikuasai peserta didik, maka jelas sekali yang dimaksud konten adalah isi atau materi yang harus dibelajarkan pada peserta didik. Kompetensi tersebut dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata pelajaran. Dalam mengkaji kompetensi dasar mapel IPS perlu memperhatikan urutan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi

Untuk menghadapi tantangan yang ada, bangsa Indonesia perlu memupuk nasionalisme budaya (cultural nationalism) yang berarti pengakuan terhadap budaya etnis yang beragam, yang lahir dan berkembang di dalam masyarakat Indonesia. Setelah itu, perlu mengelola sumberdaya alam untuk menjamin kesejahteraan bangsanya berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan prinsip keadilan sosial, dan meningkatkan daya saing produk barang dan jasa, melalui peningkatan kualitas sumberdaya manusia sebagai subyek dalam persaingan tersebut.Pendidikan IPS mengambil peran untuk memberi pemahaman yang luas dan mendalam pada bidang ilmu yang berkaitan,

  • Memperkenalkan konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya.
  • Membekali kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial.
  • Memupuk komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan.
  • Membina kemampuan berkomunikasi, bekerjasama, dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, baik di tingkat lokal, nasional maupun global.

3. Ruang Lingkup Mata Pelajaran IPS

Meliputi aspek-aspek (a) keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu ; (b) perubahan masyarakat Indonesia pada zaman pra-aksara, zaman Hindu-Budha dan zaman Islam, zaman penjajahan dan tumbuhnya semangat kebangsaan, masa pergerakan kemerdekaan sampai dengan awal (masa) reformasi sekarang; (c) jenis dan fungsi kelembagaan sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam masyarakat; (d) interaksi manusia dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi dari waktu ke waktu.

4. Pendekatan pembelajaran IPS

dikenal dengan interdisipliner karena sistem pembelajarannya memungkinkan peserta didik secara aktif mencari, menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik dan otentik. Trans-disciplinarity berarti batas-batas disiplin ilmu tidak lagi tampak secara tegas dan jelas karena konsep- konsep disiplin ilmu berbaur atau terkait dengan permasalahan yang dijumpai di sekitarnya. Kondisi tersebut memudahkan pembelajaran IPS menjadi pembelajaran yang kontekstual.

IPS adalah ilmu yang mempelajari hubungan manusia dengan sesamanya yang diintegrasikan melalui konsep ruang, koneksi antar ruang, dan waktu. Ruang adalah tempat dimana manusia beraktivitas. Koneksi antar ruang menggambarkan mobilitas manusia antara satu tempat ketempat lain. Dan waktu menggambarkan masa dimana kehidupan manusia terjadi sebagai mapel dalam bentuk integrated sciences dan integrated social studies.

5. Cara Menyusun Pembelajaran

Terpadu diawali dengan memilih atau menentukan tema sebagai payung pengembangan pembelajaran disesuaikan dengan SKL, KI, KD yang dipadukan. Kemudian menyusun sub-tema, peta materi dan sub materi. Dilanjutkan dengan penyusunan perangkat pembelajaran beserta media yang sesuai dengan materi yang akan dibahas di setiap pertemuan